Senin, 15 September 2014

RADIKAL BEBAS PEMICU DIABETES MELITUS

Diabetes Mellitus (DM), atau yang lebih dikenal awam sebagai “kencing manis,” tidak hanya berkaitan dengan gula di dalam makanan, namun ternyata juga dapat disebabkan oleh radikal bebas. Paparan radikal bebas akan merusak sistem tubuh yang berkaitan dengan metabolisme gula dan akibatnya tubuh menjadi tidak berdaya dalam mengontrol normalitas kadar dalam gula darah.

Paparan radikal bebas yang menyerang sel-sel di dalam tubuh akan mengacaukan sistem endokrin, termasuk insulin yang merupakan hormon pengatur metabolisme gula. Kekacauan yang ditimbulkan oleh radikal bebas akan membelokkan arah kerja molekul penghantar sehingga kepekaan (resistensi) terhadap insulin menurun. Sel tubuh yang resisten terhadap gula dan insulin merupakan dasar pemicu terjadinya DM.
Paparan berbagai macam racun (xenobiotik) yang masuk ke dalam tubuh juga akan memaksa tubuh untuk bekerja keras melakukan detoksifikasi agar molekul racun tidak berubah menjadi radikal bebas. Tugas tambahan ini menyebabkan sistem imun di dalam tubuh menjadi kacau. Akibatnya, terjadi peradangan dimana-mana dan sel-sel yang seharusnya bekerja memproses gula menjadi energy pun tidak mampu lagi bekerja sebagaimana mestinya.

DM bukanlah penyakit sepele karena DM mampu menyebabkan berbagai macam komplikasi yang luas dan berbahaya. Salah satu contohnya adalah gangguan penglihatan (retinopati), dimana terjadi penurunan fungsi penglihatan. Retinopati tidak hanya disebabkan oleh gangguan fungsi syaraf akibat kadar gula yang terlalu tinggi di dalam darah, namun juga disebabkan oleh penumpukan radikal bebas pada lensa dan makula penderita DM. Pada kondisi yang serius, paparan radikal bebas pada mata ini dapat menyebabkan terbentuknya katarak dan kebutaan permanen.

Contoh komplikasi lainnya adalah diabetes neuropati, yaitu gangguan pada syaraf motorik dan sensorik. Pengaruh radikal bebas akan semakin ganas saat sel-sel syaraf mengalami peradangan akibat gula. Penderita DM yang mengalami diabetes neuropati dapat merasakan gejala-gejala seperti kesemutan hingga kebas atau mati rasa.

Peran antioksidan bagi penderita DM sangat penting. Secara umum, penderita DM memiliki kapasitas antioksidan enzimatis dan non-enzimatis yang rendah. Kondisi ini memungkinkan tubuh mereka beresiko besar terhadap paparan radikal bebas yang berpotensi menimbulkan beragam komplikasi terkait dengan penyakitnya. Berbagai studi berhasil menyimpulkan bahwa kecukupan antioksidan menurunkan resiko terhadap DM. kapasitas antioksidan yang memadai bukan saja menurunkan resiko DM, namun juga membantu mengatasi penyakit yang memiliki dampak luas tersebut.

Bagi pembaca yang masih memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin berkonsultasi silakan datang ke Rumah Sakit Komplementer “Canon Medicinae Indonesia”. Dan apabila Anda berminat ingin berobat, mengetahui lebih lanjut silahkan lihat, datang, tanyakan, buktikan sendiri atau konsultasikan segera diri Anda ke Jalan Tubagus Ismail VII No.21 Dago Kota Bandung Provinsi Jawa Barat – INDONESIA Phone: +62 - (022) 253-1000 / Fax. (022) 251-6663 / Mobile: +62 – 0812.2023.2009 (Ginjal) / +62 – 0878.9537.5000 (Diabetes Mellitus) / +62 – 0856.9518.6000 (Kanker) / +62 - 0822.1848.2898 (Jantung) PIN Blackberry: 7E8C39F5 (UMUM), 7EBA27CF (KANKER), 7E7C3491 (GINJAL) (Rumah Sakit Komplementer Canon Medicinae Indonesia hanya ada di Kota Bandung – Provinsi Jawa Barat – INDONESIA).

Team Farmasi RS Komplementer “Canon Medicinae Indonesia” – Kota Bandung – Jawa Barat INDONESIA

Ads Inside Post

Recent Posts

Dokter Kami Sahabat Anda