Selasa, 14 Oktober 2014

BAHAYA PEMANIS BUATAN

Sebagai upaya dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang kian beragam, saat ini kita sudah terbiasa untuk meminum minuman yang mengandung gula buatan, mungkin awalnya pemanis buatan ini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi para penderita diabetes atau produk pangan yang mengandung kalori rendah. Namun, pemanis buatan ini kini juga sudah mulai banyak digunakan masyarakat yang tidak menderita diabetes. Tentu ini pada gilirannya akan membahayakan bagi kesehatan secara luas, karena secara essensial kandungan manis yang terkandung bersifat tidak alami. Berikut adalah jenis pemanis buatan yang sudah umum beredar di pasaran:

Aspartam (gula jagung). Aspartam adalah gula diet yang penggunaannya disetujui oleh badan pengawasan obat dan makanan Amerika atau FDA (Food and Drugs Administration) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Indonesia (BPOM). Pemanis buatan ini merupakan senyawa metil ester dipeptida yaitu L fenilalanin metil ester dengan tingkat kemanisan kira-kira 160-200 kali kemanisan gula sukrosa.
Sakarin. Sakarin adalah pemanis tidak berkalori yang tersusun oleh senyawa benzosulfamida dengan tingkat kemanisan kira-kira 300-500 kali dibandingkan dengan gula. Ciri khas sakarin yaitu kerap menimbulkan rasa pahit ikutan (after taste) setelah di konsumsi, ini terkait ketidakmurnian kandungan bahannya.
Asesulfam Potasium. Tingkat kemanisan Asesulfam potassium sekitar 200 kali dibanding dengan sukrosa atau gula. Kelebihannya, mempunyai sifat stabil pada pemanasan dan tidak mengandung kalori. Pemanis ini akan dikeluarkan melalui urin tanpa mengalami perubahan.

Sukralosa. Sukralosa merupakan derivate dari sukrosa, mempunyai tingkat kemanisan kurang lebih 600 kali sukrosa. Sejauh ini sukralosa masih dinyatakan aman, dengan nilai maksimal 10 mg per kg berat badan, meskipun pada kenyataannya sukralosa dalam metabolismenya menghasilkan senyawa yang tidak lagi aman bagi manusia. Pemanis ini tidak diserap secara baik oleh tubuh dan akan dikeluarkan melalui urin hampir tanpa perubahan.


Bahaya pemanis buatan bagi kesehatan tubuh:
  1. Peningkatan berat badan
    Pemanis bebas gula seperti sakarin, aspartam, siklamat, sukralosa, dan lainnya sebenarnya justru malah meningkatkan hasrat makan secara berlebihan dengan cara membingungkan otak. Otak biasanya mengaitkan rasa manis dengan kadar kalori untuk membantu mengatur asupan energi. Sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa konsumsi pemanis buatan dalam minuman bisa meningkatkan berat badan dalam jangka panjang yang memicu obesitas.
  2. Sindrom metabolisme
    Banyak penelitian yang mengaitkan antara konsumsi soda diet dan resiko sindrom metabolisme. Sindrom tersebut memiliki gejala hipertensi, kadar gula tinggi, lemak di pinggang, dan kadar kolesterol yang tidak stabil.
  3. Diabetes tipe 2
    Penelitian dari Eropa memaparkan bahwa resiko diabetes tipe 2 meningkat dua kali lipat lebih tinggi akibat konsumsi minuman yang mengandung pemanis buatan. Bahkan konsumsi minuman sekali saja dalam sehari bisa meningkatkan risiko tersebut.
  4. Hipertensi dan penyakit kardiovaskular
    Bahaya terakhir dari pemanis buatan bagi kesehatan adalah meningkatnya resiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular, khususnya pada wanita.

Bagi pembaca yang masih memerlukan informasi lebih lanjut tentang bahaya dari pemanis buatan dan resiko terkena diabetes silakan konsultasikan atau datang langsung ke Rumah Sakit Komplementer “Canon Medicinae Indonesia” Jalan Tubagus Ismail VII No.21 Dago Kota Bandung Provinsi Jawa Barat – INDONESIA Phone: +62 - (022) 253-1000 / Fax. (022) 251-6663

Team Farmasi RS Komplementer “Canon Medicinae Indonesia” – Bandung – Jawa Barat – INDONESIA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ads Inside Post

Recent Posts

Dokter Kami Sahabat Anda